Main Article Content

Abstract

Magelang memiliki tingkat kemacetan yang cukup padat pada beberapa ruas jalan terutama yang menuju pusat kota, salah satunya pada simpang Armada Town Square Mall yang kian hari semakin padat. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan analisis pemborosan bahan bakar akibat kemacetan dengan menggunakan citra google map. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan melihat panjang kemacetan pada google map, kemudian menghitung jumlah dan jenis kendaraan yang terjebak dalam kemacetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas di simpang Armada Town Square Mall Magelang dari arah Yogyakarta sebesar 147,13 liter per hari untuk gasoline dan 777,82 liter untuk solar. Estimasi kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas dalam rupiah sangat bervariatif menurut jenis bahan bakar yang digunakan. Kerugian minimal dalam satu hari adalah Rp. 4.950.000,- ketika menggunakan premium dan solar subsidi, sedangkan kerugian maksimum adalah Rp. 9.940.000,- ketika menggunakan pertamax turbo dan pertamina dex.

Keywords

Kemacetan Google map Kerugian ekonomi

Article Details

How to Cite
Prasetyo, B. A., Rizani, D. A., Setiyo, M., Widodo, N., Saifudin, S., & Purnomo, B. C. (2018). Estimasi Pemborosan Bahan Bakar Akibat Kemacetan Menggunakan Analisis Citra Google Map (Studi Kasus pada Simpang Armada Town Square Mall Magelang). Automotive Experiences, 1(02), 36-42. https://doi.org/10.31603/ae.v1i02.2244

References

  1. [1] C. Novalia, R. Sulistyorini, and S. Putra, “Analisa dan Solusi Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Kota (Studi Kasus Jalan Imam Bonjol - Jalan Sisingamangaraja),” JRSDD, vol. 4, no. 1, pp. 153–162, 2016.
  2. [2] D. Firmansyah and A. R. I. Tjahjani, “Analisis Kemacetan Lalu Lintas Di Suatu Wilayah (Studi Kasus Di Jalan Lenteng Agung),” in Seminar Nasional Teknik Sipil UMS, 2012, pp. 134–140.
  3. [3] Wini Mustikarani and Suherdiyanto, “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Di Sepanjang Jalan H Rais a Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak,” Jurnal Edukasi, vol. 14, no. 1, pp. 143–155, 2016.
  4. [4] R. Rahman, “Analisa Dampak Lalu Lintas (Studi Kasus: Studi Kemacetan di Jalan Ngagel Madya Surabaya),” SMARTek, vol. 8, no. 4, pp. 317–332, 2010.
  5. [5] G. Sugiyanto, S. Malkhamah, A. Munawar, and H. Sutomo, “Estimation of Congestion Cost of Motorcycles Users in Malioboro, Yogyakarta, Indonesia,” International Journal of Civil & Environmental Engineering, vol. 11, no. 01, p. 8, 2011.
  6. [6] G. Sugiyanto, S. Malkhamah, A. Munawar, and H. Sutomo, “Estimation of Congestion Cost of Private Passenger Car Users in,” Civil Engineering Dimension, vol. 12, no. 2, pp. 92–97, 2010.
  7. [7] R. . Colvile, E. . Hutchinson, J. . Mindell, and R. . Warren, “The transport sector as a source of air pollution,” Atmospheric Environment, vol. 35, no. 9, pp. 1537–1565, Mar. 2001.
  8. [8] Z. Kan, L. Tang, M.-P. Kwan, and X. Zhang, “Estimating Vehicle Fuel Consumption and Emissions Using GPS Big Data,” International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 15, no. 4, p. 566, 2018.
  9. [9] Energy Efficiency & Renewable Energy (EERE), “Idle Fuel Consumption for Selected Gasoline and Diesel Vehicles,” 2015. [Online]. Available: https://www.energy.gov/eere/vehicles/fac t-861-february-23-2015-idle-fuel- consumption-selected-gasoline-and- diesel-vehicles. [Accessed: 01-Aug-2018].

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>