Analisis Temperatur Bahan Bakar pada Reaktor Hydrocarbon Crack System Terhadap Hasil Emisi Engine 4A-FE

Main Article Content

Edy Suryono
https://orcid.org/0000-0003-4944-7498
Ignatius Henry Adi Nagoro
https://orcid.org/0000-0002-4288-5965
Dimas Yoga Satria Wicaksana

Abstract

Makalah ini membahas tentang metode Hydocarbon Crack System (HCS) sebagai salah satu metode yang digunakan untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi kandungan emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur bahan bakar terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Metode yang digunakan adalah dengan membuat reaktor Hydocarbon Crack System dengan pemanas yang dibuat dari lilitan nikel. Penelitian ini dilakukan dengan mengkabutkan bahan bakar bertekanan pada temperatur 60 °C, 80 °C, dan 100 °C. Uji konsumsi bahan bakar dan uji emisi dilakukan menggunakan engine 4AFE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat emisi gas buang HC, CO, dan CO2 pada bahan bakar pertamax jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar pertalite. Tingkat emisi terendah dicapai pada saat bahan bakar tersebut dipanaskan hingga 80 °C. Perubahan temperatur pada reaktor HCS mempengaruhi waktu konsumsi bahan bakar pertamax sebesar 2,91% dibanding dengan pertalite.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

[1] Suzuki Indonesia, “Mesin Hemat Bahan Bakar Dengan Service Berkala,” Book Manual Service, Vol. 2, Hal 23-34, 2012.
[2] Raharjo, S., “Studi Pengaruh Penambahan Pipa Katalis Hydrocarbon Crack System terhadap Penghematan Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Mobil Kijang Super 1500 CC,” Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN: 2339-028X, 2013.
[3] Union, R., “ Technical Perspective Hydrogen Boosted Engine Operation,” SAE Technical Paper Series 972664), 5 http://www. hydrogenboost. com, 2004.
[4] David icke, “Hydrocarbon Crack System (HCS),” http://baligifter.org/blog., David Icke’s Pfficial Forums, 2012
[5] Fuad Abdillah, Sugondo, “Prototipe Alat Penghemat Bahan Bakar Menggunakan Metode Hydrocarbon Crack System Untuk Menghemat Bahan Bakar Dan Mengurangi Emisi Gas Buang,” Prosiding SNATIF Ke-1 ISBN: 978-602-1180-04-4, 2014.
[6] Agus Suyatno, “Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar Dengan Radiator Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Mesin Bensin,” Proton, Vol. 2 No. 2/ Hal 23-27, 2010
[7] Lukman Hakim, “Pengaruh Penggunaan Berbaga Jenis Bahan Bakar (Premium, Pertamax, Pertamax Plus) Terhadap Unjuk Kerja Motor Bensin 4 Langkah (4-Tak),” Undergraduate Theses From JIPTUMMPP, Engineering, Malang, 2004.
[8] A.A Wira Kresna Ningrat, I.G.B Wijaya Kusuma, dan I Wayan Bandem Adnyana, “Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Akselerasi Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Brtransmisi Otomatis,” Jurnal METTEK Sol. 2 No. 1 hal 59-67, 2016.
[9] Saidah Andi, “Pengaruh Parameter Tekanan Bahan Bakar terhadap Kinerja Mesin Diesel Type 6 DM 51 SS,” Jurnal Rekayasa Teknologi vol. 3, No. 1. Universitas 17 Agustus 1945, 2012.
[10] David Olsson, “Comparison of Reforming Process Between Diferent Type Of Biogas Reforming Reactors,” VK160 Heat and Mass Transport. Lund Sweden, 2008.
[11] Kolbitsch P., Pfeifer C. dan Hhofbauer H., “Catalitic Steam Reforming Of Model Biogas,” Fuel 87 pp. 701-706, 2007.
[12] Siswantoro, “Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor 4 Tak Berbahan Bakar Campuran Premium Dengan Variasi Penambahan Zat Aditif,” Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal Vol. 2 No.2, 2011.
[13] Yunianto, B., “Pengaruh Perubahan Sudut Penyalaan (Ignition Time) Terhadap Emsisi Gas Buang Pada Mesin Sepeda Motor 4 (Empat) Langkah Dengan Bahan Bakar LPG. Rotasi, 11(4), 15-20, 2009.
[14] Bachri, A., D., “Perbandingan Emisi Gas Buang Mobil Yang Berbahan Bakar Bensin,” Laporan Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma, 2009.