Hibah Harta Pada Anak Angkat: Telaah Sosiologis terhadap Bagian Maksimal Sepertiga

  • Nor Muhammad Abdoeh IAIN Salatiga
Keywords: Hibah, Anak Angkat, Sepertiga, Sosiologis

Abstract

Salah satu cara yang digunakan dalam hukum Islam untuk memperoleh harta adalah hibah. Proses penghibahan dalam hukum Islam tidak bisa dilepaskan dari batasan harta yang dihibahkan. Fenomena di masyarakat terkadang terjadi dualisme hukum yang kontradiksi antara hukum dalam teori dan hukum dalam praktek. Fenomena di masyarakat banyak orang yang menghibahkan hartanya kepada anak angkatnya dengan semua harta yang dimilikinya di depan Notaris. Hal ini menjadi persoalan tentang posisi anak angkat yang sebenarnya di mata hukum. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui konsep penghibahan harta dilihat dari kacamata sosiologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis, yaitu dengan melihat fenomena masyarakat atau peristiwa sosial budaya sebagai jalan untuk memahami hukum yang berlaku dalam masyarakat. Kesimpulan dari tulisan ini adalah pada masa Rasulullah sangatlah dipengaruhi oleh keberadaan nabi sendiri sebagai panutan dan pedoman syari’ah dalam segala aspek kehidupan. Beda halnya pada masa sekarang, penghibahan harta dipengaruhi oleh faktor dari keturunan dan faktor keilmuan agama

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qusyairi, Abu al-Hasan Muslim ibn Hajaj. 2007. Ṣahîh Muslim, edisi M.F. Muhyiddin al-Nawawiy. Beirut Lebanon: Dār al-Ma’rifah.
Al-Shabuni, Muhammad Ali. Tt. Rawa'il Bayan ft Tafsir al-Ahkam. Kairo: Maktabah Al-Iman.
An-Nadwi, Abul Hasan Ali. 2007. As-Sirah an-Nabawiyyah (Riwayat Hidup Rasulullah), diterjemahkan oleh Bey Arifin, Yunus Ali Muhdhar, cet.ke-4. Surabaya: PT. Bina Ilmu.
Aziz, Mahmoed. 2000. Sejarah Islam, cet. ke-15. Ponorogo: Darussalam Press.
Basyir, Ahmad Azhar. 1993. Asas-Asas Mu’amalah dalam Hukum Perdata Islam. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Hukum UII
Dathurrahman. 1997. Ilmu Waris, cet. ke-3. Jakarta: Sinar Grafika.
Departemen Agama Republik Indonesia. 2009. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: PT.Tahazed.
Gulen, M. Fethullan. 2002. Versi Terdalam: Kehidupan Rasul Allah Muhammad SAW. Jakarta : Murai Kencana.
Haidar, Abdullah. 2005. Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah SAW, disarikan dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum karyaSyekh Shafiyyur-Rahman Mubarakfur. Riyadh: Kantor Da’wah dan Bimbingan Bagi Pendatang al-Sulay KSA.
Haykal, Muḥammad Ḥusayn. 1996. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: Litera Antar Nusa.
Ibrahim, Hasan. 2001. Sejarah dan Kebudayaan Islam, cet. ke-1. Jakarta: Kalam Mulia.
Kansil, C.S.T. 1989. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, cet. ke-8. Jakarta: Balai Pustaka.
Lubis, Ibrahim. 1994. Ekonomi Islam Suatu Pengantar, cet. ke-1. Jakarta: Kalam Mulia.
Mahjuddin. 2003. Masailul Fiqhiyah. Jakarta: Kalam Mulia.
Mahkamah Agung. 2010. Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.444 K/AG /2010.
Manan, Abdul. 2006. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, cet. ke-1. Jakarta: Kencana.
Mertokusumo, Sudikno. 2006. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.
Misrawi, Zuhairi. 2009. Mekah: Kota Suci, Kekuasaan dan Teladan Ibrahim. Jakarta : Kompas.
Mudzhar, H.M. Atho. 1998. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi, cet. ke-1. Yogyakarta: Titian Illahi Press.
Nasution, Khoiruddin. 2007. Hukum Keluarga (Perdata) Islam Indonesia. Yogyakarta: Tazzafa & Academia.
Rajasa, Sutan. 2002. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Karya Utama.
Sābiq, As-Sayyid. 1997. Fiqh as-Sunnah, alih bahasa oleh Mudzakir A.S., cet. ke-9. Bandung: Al-Ma’arif.
Saebani, Beni Ahmad. 2007. Sosiologi Hukum, cet. ke-1. Bandung: Pustaka Setia.
Setiawan, R. 1994. Pokok-Pokok Hukum Perikatan, cet. ke-5. Bandung: Bina Cipta
Sjafa’at. 1964. Pengantar Studi Islam, cet. ke-1. Jakarta: Bulan Bintang
Soekanto, Soerjono. 2003. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum, cet. ke-2. Jakarta: Raja Grafindo.
Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sudarsono, Heri. 2004. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, cet. ke-3. Yogyakarta: Ekonisia.
Tamam, Ahmad Badrut. 2010. “Hibah : Sebuah Tawaran Solusi bagi Problematika Hukum Waris Islam”. Diktat Kuliah Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Usman, Sumiati. 2013. Kedudukan Hukum Anak Angkat Terhadap Hak Waris. Lex Privatum, Vol. I No. 4.
Published
2018-06-30
How to Cite
Abdoeh, N. M. (2018). Hibah Harta Pada Anak Angkat: Telaah Sosiologis terhadap Bagian Maksimal Sepertiga. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13(1), 1-18. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v13i1.1843
Section
Articles