Main Article Content

Abstract

Islam is a religion that demands autonomy and must not be distorted. But in its function as a worldview, it is always faced with the progressivity of human life’s problem that is able to accommodate the changes. In this context, there are two approaches in Islamic studies; normative and historical approaches, both have different implications. The normative approach focuses on respecting normative values and the sacredness of the text. The Implication is understanding of Islam becomes very legal-formal and rigid. Islamic scholarship becomes repetitive and involutive, which is often paradox with humanitarian problems. While the historical approach is more focused on the substantial meaning behind religious symbols and texts. The implication is Islamic studies are becoming more progressive and compatible with the progress of life. However, this approach often criticized will make Islam lose its intensity

Keywords

Normativitas Historisitas

Article Details

How to Cite
Janah, N. (2018). Pendekatan Normativitas dan Historisitas serta Implikasinya dalam Perkembangan Pemikiran Islam. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13(2), 102-119. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v13i2.2331

References

  1. Abdullah, M. Amin. 2004. Studi Agama Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  2. Abdullah, M. Amin. 2004. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Abdullah, M. Amin. 2007. Islamic Studies dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi (Sebuah Antologi). Yogyakarta: SUKA Press.
  4. Abdullah, M. Amin. 2012. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkoneksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Abdullah, M. Amin. 2014. Paradigma dan Implementasi Pendekatan Integrasi Interkoneksi dalam Kajian Pendidikan Islam. Disampaikan dalam seminar nasional Pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 15 Oktober 2014.
  6. al-Sid, Muhammad ‘Ata. 2004. Sejarah Kalam Tuhan, Kaum Beriman Menalar al Qur’an Masa Nabi, Klasik dan Modern. terj. Ilham B. Saenong. Jakarta: Teraju.
  7. al-Qurtuby, Sumanto. 2005. Lubang Hitam Agama, Mengkritik Fundamentalisme Agama, Menggugat Islam Tunggal. Yogyakarta: Rumahkata.Basuki, Singgih. 2013. Pemikiran Keagamaan A. Mukti Ali. Yogyakarta: Suka Press.
  8. Gusnian, Islah. 2003. Khazanah Tafsir Indonesia. Jakarta: Teraju.
  9. Haryono, M. Yudhie. 2005. Melawan dengan Teks. Yogyakarta: Resist Book.
  10. Hidayat, Komarudin. 1996. Memahami Bahasa Agama, Sebuah Kajian Hermeneutik. Jakarta: Paramadina.
  11. Iqbal, Muhammad. 1981. The Reconstruktion of Religion Thought in Islam. New Delhi: Lahore India.
  12. Kuntowijoyo. 1998. Paradigma Islam: Interprestasi untuk Aksi. Bandung: Mizan.
  13. Kuntowijoyo. 2006. Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  14. Mahmud, Adnan. 2005. Pemikiran Islam Kontemporer di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  15. Mattson, Inggrid. 2013. Ulumul Qur’an Zaman Kita: Pengantar untuk memahami konteks, kisah, dan sejarah al Qur’an. terj. R. Cecep Lukman Yasin. Jakarta: Zaman.
  16. Muhaimin, Muhammad. 2012. Studi Islam Dalam Ragam Dimensi dan Pendekatan. Jakarta: Prenada Media.
  17. Mustaqim, Abd. 2002. Studi Al-Qur’an Kontemporer, Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  18. Sabro, Mohammad. 1999. Keberagamaan Yang Saling Menyapa Perspektif Filsafat Perrenial. Yogyakarta: Ittaqa Press.
  19. Susanto, Edi. 2016. Dimensi Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Kencana
  20. Trueblood, David. 1994. Philosopy of Religion. terj. HM Rasyidi. Jakarta: Bulan Bintang.