Main Article Content

Abstract

Islamic boarding schools which were naturally as Islamic educational institutions that consistently breed inclusive and tolerant values. However, radicalism in the name of religion had become increasingly massive in Indonesia. This study aimed to analyze the Islamic boarding schools’ strategy in West Borneo in countering the radicalism movement with the AGIL paradigm. The phenomenological approach was used in this study with four objects, namely Darul Khairat Islamic Boarding School, Makarim al-Akhlaq Islamic Boarding School, Darul Ulum Islamic Boarding School and Darussalam Islamic Boarding School. The results of this study found that various strategies were applied by Islamic boarding schools, namely internalizing Sufistic teachings, applying salaf education, instilling the Ahlu Sunnah wa al Jama'ah doctrine, and instilling the values of tolerance and pluralist attitudes.

Keywords

AGIL Pondok Pesantren Radikalisme

Article Details

How to Cite
Ilmi, S., & Ardiansyah, A. (2020). Peran Pesantren dalam Mencegah Gerakan Radikalisme di Kalimantan Barat. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 15(1), 67-85. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v15i1.3378

References

  1. Al-Baqi, M. A. (1992). Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Quran. Beirut: Dar al-Hadits.
  2. Al-Faqir, A. (2016, 9 Oktober). BNPT sebut ada 19 Pesantren. Merdeka.com. Diambil dari https://www.merdeka.com/peristiwa/kepala-bnpt-sebut-ada-19-pesantren-terindikasi-radikal.html
  3. Al-Zastrouw. (2004). Gerakan Islam Simbolik: Politik Kepentingan FPI. Yogyakarta: LKiS.
  4. Asrori, A. (2015). Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2), 253-268.
  5. Azra, A. (2016). Transformasi Politik Islam: Radikalisme, Khilafatisme, dan Demokrasi. Yogyakarta: Prenadamedia Group.
  6. Bakri, S. (2014). Islam dan Wacana Radikalisme Agama Kontemporer. Jurnal Dinika, 3(1), 23.
  7. Hanafi, Y. (2018, 10 Oktober). Model Pendidikan Pesantren yang Toleran dan Inklusif Berbasis Culture of Peace Education Sebagai Upaya Mengikis Radikalisme atas Nama Agama. http://lp3.um.ac.id/
  8. Hasan, N. (2016). Violent Activism, Islamist Ideology, and the Conquest of Public Space among Youth in Indonesia. in Youth Identities and Social Transformations in Modern Indonesia. Leiden: Brill.
  9. Hasani, I., & Naipospos, B. T. (2012). Dari Radikalisme Menuju Terorisme: Studi Relasi dan Transformasi Organisasi Islam Radikal di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Jakarta: Setara Institute.
  10. Humaidi, M. A. (2008). Islam dan Kristen di Pedesaan Jawa: Kajian Politik Sosial Keagamaan dan Ekonomi Politik di Pedesaan Pegunungan Dieng. Masyarakat Indonesia: Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia, 34(1).
  11. Kepolisian Mendata Ada 17 Orang Terkait ISIS di Kalimantan Barat. (2017, 20 Agustus). Diambil 20 Januari 2020, dari Tempo.Co website: https://nasional.tempo.co/read/872132/kepolisian-mendata-ada-17-orang-terkait-isis-di-kalimantanbarat
  12. Komnas HAM RI. (2017). Pada 2016, Intoleransi Meningkat. Kabar Latuharary KOMNAS HAM RI. Diambil dari https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2017/01/16/276/pada-2016-intoleransi-meningkat.html
  13. Mahfudh, S. (1994). Nuansa Fiqih Sosial. Yogyakarta: LKiS.
  14. Maunah, B. (2009). Tradisi Intelektual Santri dalam Tantangan dan Hambatan Pendidikan Pesantren di Masa Depan. Yogyakarta: Teras
  15. Marzali, A. (2006). Struktural-Fungsionalisme. Antropologi Indonesia, 30(2), 127-137.
  16. Muhajir. (2014). Pesantren sebagai Institusi Pendidikan Islam. Saintifika Islamica, 1(2), 5–11.
  17. Mukodi. (2015). Pesantren dan Upaya Deradikalisasi Agama. Walisongo, 23(1), 89-112.
  18. Najib, M. N. (2013). Konstruksi Identitas Keagamaan (Studi tentang Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki dengan Masyarakat Lokal). Konferensi Ikatan Sosiolog Indonesia.
  19. Panikkar, R. (1994). Dialog Intra Religius. Yogyakarta: Kanisius.
  20. Panji, A., & Antara. (2016, 19 Januari). Mengamuk, Massa Bakar Pemukiman Eks Gafatar di Mempawah. CNN Indonesia. Diambil dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160119231934-20-105426/mengamuk-massa-bakar-pemukiman-eks-gafatar-di-mempawah
  21. Parsons, T., & Hamilton, P. (2001). Reading from Talcott Parsons. London: Methuen.
  22. Rahman, I. (2006). Arus Baru Islam Radikal, Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia. Jakarta: Erlangga.
  23. Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2006). Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Pranada Media.
  24. Sachedina, A. (2004). Beda tapi Setara: Pandangan Islam tentang Non-Islam. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
  25. Saleh, A. R. (1988). Pedoman Pembinaan Pondok Pesantren. Jakarta: Pedoman Pembinaan Pondok Pesantren.
  26. Shawi, S. (1993). At-Tatharruf ad-Diniy. Kairo: al Afaq ad Dauliyah li al i'lam.
  27. Sinaga, O., Ramelan, P., & Montratama, I. (2008). Terorisme Kanan Indonesia: Dinamika dan Penanggulangannya. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  28. Sitepu, M. (2017, 22 Mei). Aksi bela ulama di Kalbar 'tiru' politik SARA Pilkada Jakarta. BBC Indonesia. Diambil dari http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39992156
  29. Sulma, Z. I. A. (2008). Diwan Zuhair bin Abi Sulma. Beirut: Dar Sader.
  30. Suprihatiningsih. (2012). Spiritualitas Gerakan Radikalisme Islam di Indonesia. Jurnal Ilmu Dakwah, 32(2), 367-380.
  31. Susanto, E. (2007). Kemungkinan Munculnya Paham Islam Radikal di “Pondok Pesantren". Tadrîs: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 1-19.
  32. Syarif, N. (2010). Jihad dan Radikalisme dalam Perspektif Sejumlah Pimpinan Pesantren di Jawa Barat. Jurnal Penelitian Keislaman, 6(2), 339-360.
  33. Tan, C. (2011). Islamic Education and Indoctrination: The Case in Indonesia. New York: Routledge.
  34. Tim Cahaya Nabawi. (2017). Radikalisme Kelompok Liberal. Majalah Dakwah Islam Cahaya Nabawi, 157.
  35. Tim Penulis Khazanah Ulama Nusantara. (2018). Menyulap Hutan Menjadi Kota Ilmu: Riwayat Hidup dan Perjuangan KH. Choiruman ar-Rahbini. Jakarta: Risalah Nusantara.
  36. Ummah, S. C. (2012). Akar Radikalisme Islam di Indonesia. Humanika, 12(1), 112-124.
  37. Utsman, I. S. (2017). at-Tatharruf wa at-Ta’ahub ad-Diny: Asbaabuhu wa ‘Awamil al-Muadayyah Ilaihi. Majallah al-Libiyah al-Alamiyah Kuliyyah at-Tarbiyyah, 28.
  38. Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren. Yogyakarta: LKiS.
  39. Wahid Institute. (2017, Agustus). http://www.wahidinstitute.org/wi-id/images/ upload/dokumen/laporan%20kbb%202014%20% 20the%20wahid%20institute.pdf
  40. Yasmadi. (2002). Modernisasi Pesantren, Kritik Nurcholish Madjid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional. Jakarta: Ciputat Press.