Main Article Content

Abstract

Komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus beserta masyarakat Kabupaten Kudus dalam hal pengelolaan sampah sangat terlihat nyata, hal ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah bank sampah baik yang dikelola oleh masyarakat umum maupun oleh masyarakat/warga sekolah setiap tahun. Pengelolaan sampah yang saatini dilakukan lebih banyak ke pengelolaan sampah anorganik. Maksud dari inisiasi pembentukan kampung organik adalah terciptanya lingkungan yang bersih, indah disertai dengan terjadinya perbaikan kualitas lingkungan alam secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan danĀ penggunaan hasil olah sampah. Kegiatan inisiasi pembentukan kampung organik ini telah memberikan pembekalan kepada masyarakat untuk terlibat dalam pembentukan kampung organik dan juga membahas isu-isu positif maupun negatif terkait dengan komponen kegiatan kampong organik. Selain itu pembekalan tambahan dalam budidaya tanaman pestisida organik, tanaman toga, PKK Smart dan biopori juga diberikan untuk mendorong masyarakat terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini juga memberikan strategi alternatif apabila pengelolaan sampah organic rumah tangga dikelola secara komunal dalam skala RW, misalkan dengan adanya pengkomposan yang dilakukan dalam skala RW.

Keywords

Kampung Organik Kabupaten Kudus Sampah

Article Details

How to Cite
Ermawati, R., Marleni, N. N. N., & Widodo, S. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Kampung Organik Pemula di Perumahan Muria Kabupaten Kudus. Community Empowerment, 1(1), 1-5. Retrieved from http://journal.ummgl.ac.id/index.php/ce/article/view/2449

Most read articles by the same author(s)