Main Article Content

Abstract

Dusun Sanggrahan, Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah dikarenakan letaknya yang strategis di jalur utama wisata menuju Candi Borobudur. Adanya kawasan ekonomi khusus tersebut, menjadikan peluang bagi warga Sanggrahan untuk dapat memasarkan produk yang dimiliki dan menjadi tujuan wisata selain Candi Borobudur. Peluang tersebut sepertinya ditangkap oleh warga Sanggrahan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki. Adanya kerja sama yang baik antara perangkat desa, pengurus PKK dan dibantu oleh tim pengabdian UNIMMA memunculkan beberapa ide cemerlang guna memperkenalkan Sanggrahan sebagai tujuan pendamping selain Candi Borobudur.  Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah Participatory Rural Apraisal (PRA) dimana ibu-ibu rumah tangga sangat aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan yang dibagi menjadi 4 tahap, yaitu survei, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring evaluasi. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian ini adalah dibentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang merupakan embrio dari pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BumDes), KWT dapat membuat dan mengemas beberapa macam produk olahan jahe seperti  selai jahe, sirop jahe, kue jahe, serta permen jahe. KWT dapat memasarkan produk melalui website yang dimiliki, dan yang terpenting adalah perencanaan bersama dengan perangkat desa untuk pembuatan tempat peristirahatan sementara (Rest Area) di tanah bengkok yang berada di pinggir jalan raya Mungkid, Magelang arah Candi Borobudur.

Keywords

Pengabdian KWT Bumdes PRA Tanaman jahe

Article Details

How to Cite
Pramesti, D. A., Fadni, M. C., Wibowo, Y. S., Huda, N., Sunaryo, S., & Jati, I. R. K. (2020). Optimalisasi Tanaman Jahe Sebagai Pendukung Ekonomi Rumah Tangga Melalui KWT Di Dusun Sanggrahan, Bumirejo, Magelang. Community Empowerment, 6(1), 12-17. https://doi.org/10.31603/ce.4063

References

  1. Hudayana, Bambang, dkk. (2019). Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk Pengembangan Desa Wisata di Pedukuhan Pucung, Desa Wukirsari, Bantul. Bakti Budaya, Vol.2 No.2, hal.99-112.
  2. Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Challenges, potentials and paradigm. World Development, Volume 2 issue 10, 1437-54. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90030-2
  3. Pramesti, D., Rusdjijati, R., Al Manan, O., & Hidayat, I. (2019). PPDM Guna Mewujudkan Desa Mandiri Herbal Berbasis Masyarakat Yang Berkelanjutan di Desa Growong, Tempuran, Magelang. Community Empowerment, 4(2), 41-47. https://doi.org/10.31603/ce.v4i2.3047
  4. Velishya, Aileen. (2020). Ajaib! Ini 7 Manfaat Jahe bagi kesehatan. Jovee.id akses 03 Oktober 2020.