Main Article Content

Abstract

Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA yang berada di Ponpes Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok. Keterbatasan alokasi waktu dan prasarana menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan eksperimentasi fisika di laboratorium maupun di luar kelas. Kegiatan ini bertujuan (1) memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik dalam membuat roket air beserta mekanisme peluncurnya sebagai peraga pembelajaran fisika yang menarik dan menyenangkan; (2) Meningkatkan minat dan motivasi belajar fisika. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatori dan eksperimentasi dimana peserta didik melakukan kegiatan secara mandiri yang didampingi oleh narasumber dan guru pamong, adapun minat dan motivasi diperoleh dari angket respons peserta didik. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan/ pendahuluan, tahap pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik telah berhasil membuat roket air dan dapat memahami dengan baik mekanisme kerjanya. Minat dan motivasi belajar menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang. Implikasi dari kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang roket, meningkatkan minat peserta didik dalam belajar fisika, dan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan oleh pihak sekolah, guru, maupun peserta didik, sehingga pembelajaran fisika dapat dilaksanakan secara kontekstual, menarik, dan menyenangkan.

Keywords

Fun Science Project Pendampingan Roket air

Article Details

How to Cite
Kurniawan, E., Ashari, A., & Maftukhin, A. (2021). Fun Science Project: Pendampingan Rancang Bangun Roket Air untuk Peserta Didik Tingkat SMA di Ponpes Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok. Community Empowerment, 6(2), 230-237. https://doi.org/10.31603/ce.4407

References

  1. Akhdinirwanto, R. W., Ashari, A., & Kurniawan, E. S. (2019). Pendampingan Persiapan Olimpiade Sains Bagi Siswa di SMP Negeri 5 Wates. Surya Abdimas, 3(2), 64–68.
  2. Baharun, H., & Mahmudah, M. (2018). KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH BERBASIS PESANTREN. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 8(1), 149–173.
  3. Fakcharoenphol, W., Morphew, J. W., & Mestre, J. P. (2015). Judgments of physics problem difficulty among experts and novices. Physical Review Special Topics - Physics Education Research, 11(2). https://doi.org/10.1103/PhysRevSTPER.11.020128
  4. Fidiana, L., Subali, B., & Dwijananti, P. (2012). Pembuatan dan implementasi modul praktikum fisika berbasis masalah untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas XI. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 1(2).
  5. Insiyyah, J., Jumini, S., & Khoiri, A. (2020). Implementasi Metode Bahtsul Masail Berbasis Pendidikan Pesantren untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Menganalisis Peserta Didik pada Pembelajaran Fisika di SMA. Radiasi: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika, 13(2), 50–54.
  6. Kurniawan, E. S., & Mundilarto, E. I. (2020). Synectic HOTS Oriented: Development of Teaching Materials for High School Physics Learning. Universal Journal of Educational Research, 8(11), 5547–5554.
  7. Kurniawan, E. S., Pratiwi, U., & Fatmaryanti, S. D. (2019). Asistensi Praktikum Fisika dan Pendampingan Fun Science Project Bagi Peserta Didik di SMA Negeri 9 Purworejo. Surya Abdimas, 3(1), 12–20.
  8. Mariana, I. M. A., & Praginda, W. (2009). Hakikat IPA dan pendidikan IPA. Bandung: PPPPTK IPA.
  9. Rusilowati, A. (2006). Profil kesulitan belajar fisika pokok bahasan kelistrikan siswa SMA di kota Semarang. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 4(2).
  10. Zubaidah, S., FUAD, N. M., MAHANAL, S., & SUARSINI, E. (2017). Improving creative thinking skills of students through differentiated science inquiry integrated with mind map. Journal of Turkish Science Education, 14(4), 77–91.