Main Article Content

Abstract

Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh adanya makanan atau jajanan tidak sehat yang dijual/dijajakan pada kantin sekolah dan lingkungan luar sekolah. Berdasarkan obeservasi awal, hal ini juga ditemukan pada beberapa sekolah yang terdapat di kabupaten Bangka tepatnya di kecamatan belinyu. Adapun beberapa contoh jajanan yang disediakan pada kantin tersebut yaitu: mie, bakso tusuk, sosis tusuk, gorengan, dan jajanan bungkusan. Kegiatan PKM penyuluhan ini menggunakan metode penyampaian materi melalui ceramah, tanya jawab dan demonstrasi yang melibatkan beberapa pihak sebagai peserta diantaranya: 1) Pedagang merupakan penyediaan makanan atau jajanan sekolah, 2) Siswa yang merupakan konsumen, dan 3) Guru yang merupakan pemangku kebijakan terutama untuk pengawasan. Sehingga tujuan yang diharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada pedagang, guru dan siswa agar mereka dapat membedakan mana makanan jajanan yang sehat dan makanan jajanan tidak sehat, untuk membangun dan memberikan pengetahuan bagi pedagang, guru dan siswa tentang dampak makanan jajanan tidak sehat sehingga diharapkan mereka  peduli dengan kesehatan, untuk memberikan kesadaran bagi guru di sekolah agar dapat mengontrol makanan jajanan yang dijual pedagang di kantin maupun diluar kantin sekolah, dan menggerakkan pedagang agar dapat menjual makanan jajanan yang sehat, bersih dan bergizi bagi siswa di sekolah. Pada kegiatan ini juga dihasilkan kerjasama pihak sekolah dan puskesmas, serta kampus sebagai penyelenggara dengan harapan kegiatan akan rutin dilaksanakan pada sekolah lainnyaya masyarakat dalam kelompok tani/pedagang  ikan. Publikasi kegiatan dan  hasil olahan dilakukan  dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial

Keywords

Kata Kunci : Makanan Jajanan Sehat, Makanan Jajanan Tidak Sehat

Article Details

How to Cite
Wardani, E., Yuanita, Y., & Kurnia, F. (2019). Penyuluhan Makanan Jajanan Sehat dan Tidak Sehat Bagi Pedagang,Guru dan Siswa SD di Kabupaten Bangka. Community Empowerment, 4(1), 4-9. https://doi.org/10.31603/ce.v4i1.2648