Main Article Content

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak kelompok usia 4 – 5 tahun di Sekolah Laboratorium TK Yasmin melalui penelitian tindakan kelas. Pada dasarnya, pembelajaran di TK Yasmin yang cenderung terstruktur dan sistematis telah memberi kesempatan anak untuk mengembangkan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan suatu bentuk  pengetahuan baru yang diperoleh anak dari hasil sintesis sejumlah pengalaman belajar. Namun demikian kenyataan di dalam proses pembelajaran sering ditemui guru mengalami kendala karena anak cenderung bersikap pasif, enggan bertanya, anak sulit mengomunikasikan kembali proses belajar yang sudah dialami, dan cenderung enggan memecahkan masalah sederhana yang dihadapi. Melalui pendekatan saintifik di sentra balok, diharapkan proses belajar yang selama ini cenderung monoton,  dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian ini dilakukan dalam empat siklus dengan menggunakan model Lewin, dengan indikator berpikir kritis yaitu kemampuan anak dalam a)mengamati; b)menganalisis, c)bertanya dan memahami pertanyaan, d)memecahkan masalah, dan e)kemampuan mengkomunikasikan pada orang lain. Setelah siklus IV, secara klasikal keberhasilan anak mencapai 86%, yang berarti melewati kriteria kesuksesan 80%.

Article Details

References

  1. Brenneman, K., Lange, A. & Nayfeld, I. Early Childhood Educ J (2018). https://doi.org/10.1007/s10643-018-0912-z
  2. Charlesworth. R and Lindt. K.K. 1990. Math anda Science For Young Children. Delmar Publishers. Inc
  3. Henniger. M. L. 2013. Teaching Young Children: An Introduction. Pearson
  4. Kinzer, C., Gerhardt, K. & Coca, N. Early Childhood Educ J (2016) 44: 389. https://doi.org/10.1007/s10643-015-0717-2
  5. Leggett, N. Early Childhood Educ J (2017) 45: 845. https://doi.org/10.1007/s10643-016-0836-4
  6. Lippard, C.N., Lamm, M.H., Tank, K.M. et al. Early Childhood Educ J (2018). https://doi.org/10.1007/s10643-018-0898-6
  7. Sanjaya. W. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana