Main Article Content

Abstract

Latar Belakang : Kejadian gempa bumi di Indonesia sering terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, hal tersebut  tentu saja banyak menimbulkan kerugian baik jiwa maupun materiil. Kabupaten Klaten sendiri gempa bumi terbesar terjadi pada tahun 2006 yang saat itu memakan korban jiwa sekitar 6.000 orang . Korban jiwa paling banyak berasal dari anak anak maupun lansia, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanggap bencana terutama bencana gempa bumi. Pemerintah telah mengupayakan beberapa program untuk meningkatkan kewaspadaan bencana salah satunya dengan  membentuk sekolah siaga bencana (SSB). Sekolah Siaga Bencana (SSB) di kabupaten Klaten difokuskan ke kecamatan Gantiwarno dan Wedi karena jumlah korban pada saat gempa tahun 2006 paling banyak. Terbatasnya program tersebut, sekolah di perkotaan belum terjangkau untuk dilakukan pelatihan tentang siap siaga bencana. Perlunya pemberian informasi siap siaga bencana kepada anak anak dapat menambah pengetahuan dalam tanggap, tangkas dan tangguh bencana gempa bumi sehingga anak anak akan terbiasa dengan tanggap bencana.


Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi  audio visual dan role play terhadap perilaku  siaga bencana pada anak sekolah dasar


Metodeologi : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental. Sampel penelitian adalah siswa kelas 5, masing-masing kelompok 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.  Instrumen yang digunakan adalah questionnaire. Uji statistik bivariat menggunakan Paired t-test


Hasil : Ada pengaruh edukasi dengan audio visual dan role play dengan nilai P value 0,000

Article Details

How to Cite
Sari, D., & Suciana, F. (2019). PENGARUH EDUKASI AUDIO VISUAL DAN ROLE PLAY TERHADAP PERILAKU SIAGA BENCANA PADA ANAK SEKOLAH DASAR. Journal of Holistic Nursing Science, 6(2), 44-51. https://doi.org/10.31603/nursing.v6i2.2543