Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Implant dengan Kenaikan Berat Badan

Main Article Content

Anna Uswatun Qoyyimah Wiwin Rohmawati

Abstract

Akseptor implant di Jawa Tengah sebanyak 71.838 peserta (9,78%) dan Klaten 19.865 peserta (12%). Sedikitnya akseptor implant dikarenakan adanya efek samping yaitu kenaikan berat badan sehingga menimbulkan keengganan WUS menggunakan kontrasepsi implant. Hasil studi pendahuluan dengan 10 responden didapatkan 6 responden mengalami kenaikan berat badan dengan lama penggunaan 2-3 tahun dan sebanyak 4 responden berat badannya stabil atau tidak mengalami kenaikan dengan lama penggunaan 3-6 bulan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi implant dengan kenaikan berat badan di wilayah kerja Puseksmas Juwiring Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah  deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang menggunakan kontrasepsi implant. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Total sampling sebanyak 48 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh lama pemakaian kontrasepsi implant sebagian besar adalah >1 tahun sebesar 60,4% dan 58,3% responden mengalami kenaikan berat badan sedangkan p value 0,015 (p<0,05). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi implant dengan kenaikan berat badan di wilayah kerja Puskesmas Juwiring. Saran bagi responden menjaga pola hidup yang tepat yaitu mengurangi porsi makan, tidak makan dengan berlebihan dan tidak terburu-buru, serta lebih aktif untuk melakukan aktifitas fisik.

Article Details

How to Cite
QOYYIMAH, Anna Uswatun; ROHMAWATI, Wiwin. Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Implant dengan Kenaikan Berat Badan. URECOL, [S.l.], p. 351-356, sep. 2017. Available at: <http://journal.ummgl.ac.id/index.php/urecol/article/view/1432>. Date accessed: 17 dec. 2017.
Section
Articles