ANTIDIABETES MELITUS EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas Linn.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS JANTAN

  • Haryoto Haryoto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ahwanti Rukdiatma Nur’aini Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Diabetes, Ubi Jalar, aloksan

Abstract

Diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Ubi
jalar merupakan tanaman yang berpotensi dalam pengobatan diabetes melitus. Tujuan penelitian
yang dilakukan mengukur efek ekstrak etanol daun dan batang ubi jalar kuning (Ipomoea batatas
Linn.) dalam penurunan kadar glukosa darah pada tikus jantan yang diinduksi aloksan 150 mg/
kgBB. Penelitian menggunakan tikus jantan sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan,
kelompok kontrol negatif diberi akuadest, kelompok kontrol positif diberi metformin 45 mg/kgBB,
dan 3 kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 200, 300, dan 400 mg/kgBB. Perlakuan
diberikan selama 12 hari. Aloksan 150 mg/kgBB digunakan agar tikus diabetes dengan kadar glukosa
darah ≥ 200 mg/dL. Hasil penurunan kadar glukosa darah berturut-turut pada dosis 200, 300, dan
400 mg/kgBB adalah 131,33 mg/dL, 125,33 mg/dL, dan 124,00 mg/dL. Persen penurunan kadar
glukosa darah yang efektif dibanding kontrol negatif ditunjukkan dosis 300 mg/kgBB yaitu sebesar
66,58%. Hasil uji statistik wilcoxon pada kadar glukosa darah hari ke-3 dibandingkan hari ke-12
diperoleh nilai p <0,05 menunjukkan pemberian ekstrak dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-11-02
Section
Articles