UJI TOKSISITAS DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less), DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.), KULIT BIJI JENGKOL (Archidendron Pauciflorum) DAN KULIT RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

  • Antonius Padua Ratu Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Wirasti Wirasti STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Keywords: Artemia salina Leach, BLST, LC50

Abstract

Metode BSLT merupakan salah satu cara yang cepat dan murah untuk skrining toksisitas dari
ekstrak tanaman dengan menggunakan hewan laut yaitu larva udang Artemia salina Leach. Metode
ini sering dikaitkan dengan metode penapisan senyawa antikanker. Berdasarkan alasan tersebut,
maka uji ini sangat tepat digunakan dalam mengawali penelitian bahan alam. Selain BSLT, juga
dilakukan penapisan fitokimia. Hasil penelitian dengan metode BSLT dari ekstrak etanol daun
beluntas, kulit biji jengkol, daun kemangi, dan kulit rimpang kencur menunjukkan LC50 masingmasing
sebesar 80,33 mg/L, 39,81 mg/L, 46,42 mg/L, dan kurang dari 10 mg/L. Hasil penapisan
fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas dan kemangi terdapat flavonid, ekstrak
etanol kulit biji jengkol dan kulit rimpang kencur terdapat alkaloid. Ekstrak etanol kulit rimpang
kencur menunjukan aktivitas tertinggi, maka perlu dilakukan isolasi dan identifikasi sehingga
diperoleh senyawa aktif.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-11-02
Section
Articles